Rabu, 23 Februari 2011

Hari Akhir


Hari akhir adalah hari Kiamat, saat Allah membangkitkan makhluk-makhluk untuk dihisab (diperhitungkan) dan dibalas. Disebut hari akhir karena tidak ada lagi hari sesudahnya sedangkan penghuni surga telah jelas akan menempati surga dan penduduk neraka akan menempati neraka.

Pengetahuan tentang kapan terjadinya hari akhir hanya Allah yang mengetahuinya, sebagaimana firman-Nya,


“Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu hari (Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.” (QS. Al-Ahzab: 63).

Nama Lain Hari Akhir

Hari Akhir memiliki beberapa nama lain, di antaranya: hari Kiamat (Yaumul Qiyamah), hari Kebangkitan (Yaumul Baats), hari Keputusan (Yaumul Fashl), hari Keluar (Yaumul Khuruj), hari Pembalasan (Yaumul Din), hari Kekekalan (Yaumul Khulud), hari Perhitungan (Yaumul Hisab), Hari Ancaman (Yaumul Wa’iid), Al-Ghasyiyah, Al-Waqi’ah, Al-Haaqqah, Al-Qari’ah.

Tanda-Tanda Kecil Hari Akhir

Tanda-tanda yang telah terjadi

Di antaranya adalah pengutusan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan wafatnya beliau, terbelahnya bulan, ditaklukkannya Baitul Maqdis, dan keluarnya api dari bumi Hijaz. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Hitunglah enam hal yang terjadi sebelum datangnya hari kiamat: kematianku dan penaklukan Baitul Maqdis.” (HR. Bukhari)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak terjadi kiamat itu sehingga keluar api dari bumi Hijaz yang menyinari punggung-punggung unta di Bashrah.” (Muttafaq ‘alaih)

Tanda-tanda yang telah nampak dan masih berlanjut

Munculnya kerusakan, munculnya orang-orang yang mengaku sebagai nabi, dicabutnya ilmu syari’at dan tersebarnya kebodohan, banyaknya kejahatan, munculnya alat-alat musik dan penghalalannya, tersebarnya perzinaan, tersebarnya pembunuhan, perputaran waktu yang cepat, memberikan amanah bukan pada yang ahlinya, orang-orang yang tercela diangkat dan dihormati sedangkan orang baik dihina, orang yang dapat dipercaya dikhianati sementara seorang pengkhianat justru dipercaya, belajar dari orang-orang yang tercela, bermunculan wanita-wanita yang berpakaian tetapi pada hakikatnya telanjang, memberikan salam hanya kepada orang yang dikenal, dll.

Tanda-tanda yang belum muncul, akan tetapi pasti akan terjadi sesuai kabat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Di antaranya yaitu kemunculan Al-Mahdi, yaitu seorang lelaki dari Ahlul Bait yang Allah kuatkan agama dengan keberadaannya, dan menebarkan keadilan di muka bumi. Kemudian tanda lainnya yaitu hancurnya Ka’bah, minimnya laki-laki dan banyaknya wanita hingga satu laki-laki berbanding lima puluh wanita, dll.

Tanda-Tanda Kiamat Kubra (Besar)

a.Keluarnya Dajjal

Kemunculan Dajjal merupakan fitnah terbesar karena Allah menciptakannya dengan memiliki kemampuan yang luar biasa yang tidak bisa dicerna dengan akal manusia. Ia dapat memerintahkan langit agar menurunkan hujan, memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tanaman, dapat menempuh bumi dengan sangat cepat, dan lain sebagainya.

b.Turunnya Isa bin Maryam

Setelah kemunculan Dajjal dan pengrusakan yang ia lakukan di atas bumi, Allah mengutus Isa bin Maryam ke muka bumi di Menara Putih sebelah Timur kota Damaskus. Kemudia dia membunuh Dajjal dan menerapkan hukum-hukum Islam, menghancurkan salib-salib, membunuh babi, melimpahkan harta, dan menghilangkan kebencian. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, akan dekat masanya Isa bin Maryam turun dan menjadi hakim yang adil. Ia akan menghancurkan salib-salib, membunuh babi, memberlakukan jizyah, dan berlimpah ruahlah harta sampai tidak ada lagi yang mau menerimanya, sehingga satu kali sujud lebih baik dari dunia dan seisinya.” (Muttafaq ‘alaih).

c.Munculnya Ya’juj dan Ma’juj

Ya’juj dan Ma’juj adalah dua kelompok umat yang besar dari Bani Adam. Mereka adalah orang-orang super kuat dan berbuat kerusakan di muka bumi, kemudian Nabi Isa menghancurkan mereka semua.

Allah Ta’ala berfirman, “Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.” (QS. Al-Anbiya: 96).

d.Asap

Allah berfirman, “Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata. Yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih.” (Ad-Dukhan: 10-11).

e.Matahari terbit dari Barat

“Tidaklah kiamat itu terjadi sampai matahari terbit dari Barat. Dan ketika matahari terbit dari Barat maka semua manusia beriman sedangkan pada hari itu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.” (QS. Al-An’am: 158)

f.Munculnya hewan-hewan melata

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tiga hal jika telah datang, maka tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya jika ia belum beriman sebelum itu, atau dia belum menguasahakan kebaikan dalam masa imannya: terbitnya matahari dari Barat, munculnya Dajjal, dan hewan melata di bumi.” (HR. Muslim)

g.Keluarnya api yang menghalau manusia.

h.Tiupan sangkakala.

Allah Ta’ala berfirman, “Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).” (QS. Az-Zumar: 68).

Kedahsyatan Hari Akhir

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Maka Apabila sangkakala ditiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari itulah terjadi kiamat, dan terbelahlah langit karena pada hari itu langit menjadi lemah.” (QS. Al-Haqqah: 13-16)

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang ingin menyaksikan hari kiamat seakan-akan ia menyaksikannya dengan mata kepalanya sendiri, maka hendaklah membaca firman Allah, ‘Apabila matahari digulung.’ (QS At-Takwir: 1), ‘Apabila langit terbelah.’ (QS. Al-Infithar: 1), ‘Apabila langit terbelah’ (QS. Al-Insyiqaq: 1).” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)

Setelah para makhluk dibangkitkan, Allah mengumpulkan mereka di lapangan yang luas untuk menunggu hari keputusan dalam kondisi tanpa alas kaki, telanjang, dan tidak dikhitan. Pada saat tersebut, matahari didekatkan sehingga bercucuran keringat mencapai tujuh puluh hasta, dan setiap manusia akan berkeringat sesuai dengan kadar amal perbuatan mereka.

Dari Al-Miqdad bin Al-Aswad radiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Matahari didekatkan kepada manusia di hari kiamat sehingga jarak antara matahari dan mereka sama dengan satu mil, sehingga manusia berkeringat sesuai kadar amal mereka. Sebagian mereka ada yang berkeringat sampai kedua mata kakinya, ada yang sampai lututnya, di antaranya juga ada yang sampai pinggangnya, dan ada juga yang sampai ditenggelamkan oleh keringatnya.’ Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberi isyarat dengan tangannya sampai kemulutnya.” (HR. Muslim)

Kaum muslimin pun mengimani adanya Al-Mizan (timbangan) yang dengannya segala perbuatan manusia akan ditimbang. Selain itu, kaum muslimin juga mengimani adanya pembagian kitab catatan amal, shirath (jalan), Al-Haudh (telaga), dan syafa’at.

Sumber:

Ensiklopedia Islam Al-Kamil, Syaikh Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At-Tuwaijiri: Darus Sunnah

Intisari Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Abdullah bin Abdul Hamid Al-Atsari: Pustaka Imam Syaf’i

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar